sumber gambar http://twileshare.com/uploads/Return+vs+Resiko_medium.jpg
MENGENALI PROFIL RESIKO INVESTASI
MARSUDHY KANG
Krisis keuangan global yang melanda Eropa sampai saat ini pasti
memiliki dampak terhadap kehidupan keuangan seseorang. Turun naiknya
Indeks Harga Saham baik di Indonesia maupun di berbagai Bursa di dunia
bisa menyurutkan nyali untuk berinvestasi. Apakah dengan kondisi krisis
saat ini memberi sinyal supaya anda berhenti berinvestasi? Tentu tidak.
Sesungguhnya,
krisis ini membantu kita, calon investor dan investor, untuk mereview
kembali bagaimana strategi investasi kita, apakah sudah sesuai dengan
profil resiko? Karena itu, yuk cari tahu disini Profil Resiko
Anda.
Secara umum, ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi profil resiko seseorang:
1. Umur anda
2. Tujuan keuangan yang ingin dicapai
3. Kondisi keuangan anda
4. Jangka waktu investasi
5. Tingkat imbal hasil yang anda cari.
6. Tingkat pengetahuan dan pengalaman keuangan.
Dari beberapa faktor diatas,secara umum, profil resiko dapat dibagi menjadi :
1. Konservatif
Hal
yang menjadi perhatian adalah bila profil ini digunakan untuk
berinvestasi untuk jangka waktu yang panjang, maka resiko yang harus
ditanggung adalah jumlah dana yang besar yang harus diinvestasikan untuk
memperoleh nilai investasi yang diinginkan.
Produk
investasi yang sesuai untuk tipe ini adalahproduk
kas dan pasar uang. Pilihan lainnya yang dapat memberikan returnlebih
besar adalah reksadana pendapatan tetap maupun logam mulia.
2. Moderat
Tipe
ini berada di tengah-tengah antara konservatif dan agresif, dimana
mengharapkan tingkat imbal hasil yang sedang-sedang saja tetapi stabil
dan terukur. Cenderung bisa menerima sedikit resiko kehilangan sebagian
dana investasinya asal untuk jangka waktu investasi menengah sampai
panjang dana invsetasi akan kembali.
Produk investasi
yang cocok untuk tipe ini adalah reksadana campuran ekuitas dan obligasi
(tanpa unsur pasar uang), reksadana saham dengan return yang stabil,
properti dan logam mulia.
3. Agresif
Tipe
ini cenderung lebih mementingkan hasil investasi (return) dibandingkan
keselamatan jumlah pokok yang diinvestasikannya (safety). Tipe ini
sadar betul bahwa mereka terekspos resiko yang sangat besar, dimana
mungkin potential lossnya bisa sampai sebesar nilai investasinya (ampai
nol) karena berharap akan dapat kembali bahkan lebih tinggi daripada
kerugiannya di masa datang. Fokusnya adalah memperoleh return portofolio
diatas rata-rata. Umumnya tipe ini juga telah siap untuk menghadapi
gejolak tinggi yang terjadi dipasar.
Investasi yang cocok untuk tipe ini adalah reksadana saham, berinvestasi dalam saham langsung, properti dan bisnis.
Penting
bagi kita sebagai investor untuk memahami profil resiko serta jangka
waktu investasinya karena akan menentukan produk investasi yang sesuai.
Juga factor umur,akan menggeser (bukan merubah) profil resiko anda
menjadi lebih konservatif yang otomatis akan merubah komposisi portfolio
investasi anda.
Ingatlah, bahwa potensi keuntungan pasti
sejalan dengan potensi resiko. Tetaplah berhati-hati untuk memilih
produk manakah yang paling menggambarkan toleransi anda terhadap resiko,
kemudian, pelajari produk investasi tersebut sejelas-jelasnya, lakukan
berinvestasi berkala untuk mencapai tujuan dan lakukanlah pengawasan
secara periodik untuk memantau kinerja investasi anda.
Nah
sekarang, marilah mereview portfolio anda dengan hasil kinerjanya. Apabila
saat kinerjanya turun seperti saat ini, anda merasa sedih, kecewa,
kesal,marah-marah, maka kemungkinan anda tipe
konservatif.
Kalau
masih optimis dijangka waktu panjang akan naik lagi karena itu menunggu
dulu baru menambah porsi investasi tersebut maka anda bertipe
moderat.
Sedangkan kalau anda malah makin menambah
porsi investasi tersebut maka bisa dikatakan anda tipe
agresif.
Semoga bermanfaat
0 komentar:
Poskan Komentar