Selasa, 29 Juli 2008

DEAD-ACCOUNT


DEAD-ACCOUNT

marsudi khang

Salah satu pembedaan utama antara Richer dengan kelas menengah dan biasa yaitu Dead-Account – rekening buat hari esok. Yg berarti rekening yang dari waktu ke waktu terus kita secara konsisten dan disiplin di input nominalnya yang mana dengan harapan setelah sekian tahun – dari hasilnya cukup untuk membiayai hari tua kita.

Dalam The Richest Man In Babylon, kriteria dari Dead-Account ini mencakup 10% dari income bulanan kita dan secara disiplin tidak boleh diambil dalam kondisi apapun juga. Untuk situasi urgent, banyak ahli keuangan menyarankan untuk mencari dana eksternal sehingga kita memiliki tanggung jawab untuk melunasinya – sementara angsa dari Dead-Account tidak kita sembelih, yang mana angsa ini yang nantinya akan menjadi tumpuan hari tua kita.

Di sini kita bisa melihat pentingnya self-discipline apalagi ditengah wabah konsumtif ekses dari dinamika megapolitan. Kenyataan juga banyak membuktikan orang-orang sering mengabaikan disiplin diri ini terlebih ketika promo Great-Sale dan Hot-Sale di mana-mana yang semakin memiskinkan kita (akibat peningkatan pengeluaran konsumtif yang berlebihan). Kita boleh saja memenuhi semua ‘Sale’ itu kalau cashflow kita sudah dialokasikan terlebih dulu untuk Dead-Account, apalagi ‘hasil’ dari angsa emasnya.

Konsep ‘Penundaan Kesenangan’ sangat berperan dalam menyukseskan Dead-Account. Yang mana dari penundaan kesenangan ini kita bisa mereduksi berbagai biaya siluman yang tidak perlu (di luar dari biaya primer dan sekunder), sehingga tidak mempengaruhi bahkan sampai mengerogotin eksistensi Dead-Account. Kalau perlu kita semua mesti punya agenda untuk mempercepat penjelmaan keberhasilan Dead-Account – misalnya untuk rencana finansial yang tadinya mesti di raih dalam tempo puluhan tahun, bisa kita percepat menjadi di bawah 10 tahun.

Untuk kondisi sulit seperti sekarang ini dan di tengah melejitnya inflasi, banyak ahli finansial justru menyarankan jumlah Dead-Account di atas 10%, idealnya 25% dari income kita. Prosentase ini sangat normatif untuk jangka panjang ke depan supaya nilai investasi kita bisa menyaingi atau di atas inflasi. Terlebih lagi kalau bisa kita investasikan sendiri ke produk-produk keuangan yang return-nya di atas inflasi.

Diatas semuanya, selain untuk mewujudkan impian Dead-Account, tetap di tuntut untuk adaptif dengan situasi kondisi lingkungan kita sehingga tidak menjadikan kita kikir, melainkan tetap tidak lupa untuk memprioritaskan ‘memberi’ bagi yang membutuhkan.

Ayo, mari kita berlomba untuk mewujudkan masa depan yang lebih terarah dan gemilang.


Sabtu, 26 Juli 2008

Mengapa, di Indonesia banyak orang pinter, tapi negara kaga maju2x ?


ini reply saya ke forum kompas, semoga ada manfaat bagi kita
agar semangat entrepreuner kita terus bertumbuh

Smile Re: Mengapa, di Indonesia banyak orang pinter, tapi negara kaga maju2x ?

1.menurut saya sih kita suka tidak menhargai apa yang ada, seharusnya sdm kita yang banyak dilatih sejak kecil agar bisa jadi orang yang menciptakan lapangan kerja,karena dengan penganguran yang berkurang maka kesempatan anak anak mereka belajar jadi orang pintar makin besar.
2.para pakar di Indonesia harus buat panduan yang simpel,hemat,praktis untuk diterapkan bangsa ini agar menjadi bangsa yang maju,bermoral,dan menjadi berkat bagi seluruh dunia.
3.mengunakan semua saluran yang ada untuk mencerdaskan bangsa(cerdas yang bisa dipergunakan untuk kemajuan bangsa/bukan untuk memakmurkan diri sendiri saja)misal melalui pelatihan di tiap daerah(tapi tanpa tambah anggaran lagi),sinetron diharuskan memasukan unsur ini,acara tv lainnya ,koran,radio ,majalah,tabloid juga mengarah kesana/punya visi yang sama memajukan bangsa
4.karena kalau lihat potensi kita luar biasa: kita sering menang olympiade matematika,kimia ,biologi,dll alam kita juga cuma 2 musim,hasil laut melimpah,hasil tambang luar biasa tinggal bagaimana managementnya.
5.pulau pulau yang ngangur begitu banyak alangkah baiknya dimanfaatkan dengan kerjasama dengan swasta hasilnya pulau tidak hilang tenggelam pemerintah dapat duit buat memajukan bangsa,lapangan kerja bertambah,dll kita punya tanaman obat kenapa tidak dimanfaatkan untuk tambah devisa dll
6.sekarang kan banyak acara macam mama mia dll kenapa tidak buat acara yang mengadu ide memajukan bangsa ,tiap hari mereka menyampaikan ide /karena banyak ide tersimpan dianak muda kita yang dahsyat luar biasa.dan para pengambil keputusan dapat masukan ,peserta dapat nama dan hadiah he he

7 pendidikan moral/budi pekerti diajarkan lebih banyak karena percuma orang pinter tapi tak bermoral dan tidak peduli orang lain.
semoga berguna

tambahan :yang paling penting kita harus selalu mendoakan negara kita agar menjadi negara makmur aman tenteram sentosa dan selalu diberkati ALLAH .

Sabtu, 19 Juli 2008

BUMI kenapa yah kok turun terus sih ?



BUMI






Inbox
X






Dean Earwicker

to obrolan-bandar, saham
show details Jul 17 (3 days ago)
Reply

Hehe kalo turun baru ngeledek. Kemarin waktu bumi 8000an semua hepi tuh. Semua saham, baik komoditi, infra, banking, property, kalau memang waktunya naik ya naik, turun ya turun.

Tapi memang mas PM benar, sebaiknya sektor di BEI lebih merata weightingnya. Kalo sekarang kan komposisi mining+agri itu gede banget di bei. 60%!!! Bengkak setelah Adaro masuk. Jadi kalo komoditi turun, yang IHSG babak belur lah.





Coba lihat gambar diatas:
Pergerakan sektor mining dan agri itu impactnya 60% thd indeks. Bila sektor ini koreksi dalam, sangat mungkin IHSG terseret ke <2000.>Pertanyaannya kenapa mining+agri turun?
Jawab:
1. Karena sudah naik banyak
2. Karena minyak turun
3. Karena switch sector
4. Lower demand karena ekonomi US melambat

Sebenernya jawaban sih bisa di cari-cari, mulai dari yang make sense sampe yang paling konyol pun bisa. Tapi sekali lagi jangan melawan pasar. Market is always right. Market is stupid. So, market has the right to be stupid.

Artinya,...

Segobloknya market, tetap dia yang bener. Ayolah, market cycle itu pasti ada, bullish jangan diharapkan karena pasti datang, bearish jangan ditangisi karena pasti pergi.

Optimis sajalah™

Regards,
DE

http://www.info-saham.com

Dean Earwicker dean.earwicker@gmail.com


obrolan-bandar@yahoogroups.com,

adakah orang yang mendoakan kita?

ini saya ambil dari inbox email saya ,menurut saya kisah dibawah ini bagus dan punya makna yang dalam,semoga berguna

[saham] OOT FW: Terus berdoa...

saham@yahoogroups.com

> Adakah
>

> orang yang Akan Mendoakan Kita?
>
>
> Seorang pengusaha sukses jatuh di
> kamar mandi dan akhirnya stroke. Sudah 7 malam dirawat diRS
> di ruang ICU. Di
> saat orang-orang terlelap dalam mimpi malam, dalam dunia
> roh seorang malaikat
> menghampiri si pengusaha yang terbaring tak berdaya.
>
>
>
>
> Malaikat memulai pembicaraan, 'Kalau
> dalam waktu 24 jam ada 50 orang berdoa buat kesembuhanmu,
> maka kau akan hidup.
> Dan sebaliknya jika dalam 24 jam jumlah yang aku tetapkan
> belum terpenuhi, itu
> artinya kau akan meninggal dunia!
>
> 'Kalau hanya mencari 50 orang, itu
> mahgampang .. . ' kata si pengusaha ini dengan
> yakinnya.
>
> Setelah itu Malaikat pun pergi dan
> berjanji akan datang 1 jam sebelum batas waktu yang sudah
> disepakati.
>
>
> Tepat
> pukul 23:00, Malaikat kembali mengunjunginya; dengan
> antusiasnya si pengusaha
> bertanya, 'Apakah besok pagi aku sudah pulih? Pastilah
> banyak yang berdoa buat
> aku, jumlah karyawan yang aku punya lebih dari 2000 orang,
> jadi kalau hanya
> mencari 50 orang yang berdoa pasti bukan persoalan yang
> sulit'.
>
>
> Dengan
> lembut si Malaikat berkata, 'Anakku, aku sudah
> berkeliling mencari suara hati
> yang berdoa buatmu tapi sampai saat ini baru 3 orang yang
> berdoa buatmu,
> sementara waktumu tinggal 60 menit lagi. Rasanya mustahil
> kalau dalam waktu
> dekat ini ada 50 orang yang berdoa buat kesembuhanmu' .
>
>
>
> Tampa
> menunggu reaksi dari si pengusaha, si malaikat menunjukkan
> layar besar berupa TV
> siapa 3 orang yang berdoa buat kesembuhannya. Di layar itu
> terlihat wajah duka
> dari sang istri, di sebelahnya ada 2 orang anak kecil,
> putra putrinya yang
> berdoa dengan khusuk dan tampak ada tetesan air mata di
> pipi
> mereka'.
>
>
> Kata
> Malaikat, 'Aku akan memberitahukanmu, kenapa Tuhan
> rindu memberikanmu kesempatan
> kedua? Itu karena doa istrimu yang tidak putus-putus
> berharap akan
> kesembuhanmu'
>
>
> Kembali terlihat dimana si istri
> sedang berdoa jam 2:00 subuh, ' Tuhan, aku tahu kalau
> selama hidupnya suamiku
> bukanlah suami atau ayah yang baik! Aku tahu dia sudah
> mengkhianati pernikahan
> kami, aku tahu dia tidak jujur dalam bisnisnya, dan
> kalaupun dia memberikan
> sumbangan, itu hanya untuk popularitas saja untuk menutupi
> perbuatannya yang
> tidak benar dihadapanMu. Tapi Tuhan, tolong pandang
> anak-anak yang telah Engkau
> titipkan pada kami, mereka masih membutuhkan
> seorang ayah. Hamba tidak mampu
> membesarkan mereka seorang diri.'
>
> Dan setelah itu istrinya berhenti
> berkata-kata tapi air matanya semakin deras mengalir di
> pipinya yang kelihatan
> tirus karena kurang istirahat'.
>
>
> Melihat peristiwa itu,
>
> tampa terasa, air mata
> mengalir di pipi pengusaha ini. Timbul penyesalan bahwa
> selama ini bahwa dia
> bukanlah suami yang baik. Dan ayah yang menjadi contoh bagi
> anak-anaknya. Malam
> ini dia baru menyadari betapa besar cinta istri dan
> anak-anak
> padanya.
>
>
> Waktu
> terus bergulir, waktu yang dia miliki hanya 10 menit lagi,
> melihat waktu yang
> makin sempit semakin menangislah si pengusaha
> ini,penyesalan yang luar biasa.
> Tapi waktunya sudah terlambat ! Tidak mungkin dalam waktu
> 10 menit ada yang
> berdoa 47 orang !
>
> Dengan setengah bergumam dia
> bertanya,'Apakah diantara karyawanku, kerabatku, teman
> bisnisku, teman
> organisasiku tidak ada yang berdoa buatku?'
>
>
> Jawab
> si Malaikat, '
> Ada
> beberapa yang berdoa buatmu.Tapi mereka tidak Tulus. Bahkan
> ada yang mensyukuri
> penyakit yang kau derita saat ini. Itu semua karena selama
> ini kamu arogan,
> egois dan bukanlah atasan yang baik. Bahkan kau tega
> memecat karyawan yang tidak
> bersalah'. Si pengusaha tertunduk lemah, dan pasrah
> kalau malam ini adalah malam
> yang terakhir buat dia. Tapi dia minta waktu sesaat untuk
> melihat anak dan si
> istri yang setia menjaganya sepanjang malam.
>
>
> Air
> matanya tambah deras, ketika melihat anaknya yang sulung
> tertidur di kursi rumah
> sakit dan si istri yang kelihatan lelah juga tertidur di
> kursi sambil memangku
> si bungsu.
>
>
> Ketika
> waktu menunjukkan pukul 24:00, tiba-tiba si Malaikat
> berkata,'Anakku, Tuhan
> melihat air matamu dan penyesalanmu ! ! Kau tidak jadi
> meninggal,karena ada 47
> orang yang berdoa buatmu tepat jam 24:00'.
>
>
> Dengan
> terheran-heran dan tidak percaya, si pengusaha bertanya
> siapakah yang 47 orang
> itu. Sambil tersenyum si Malaikat menunjukkan suatu tempat
> yang pernah dia
> kunjungi bulan lalu.
>
> Bukankah itu Panti Asuhan ? kata si
> pengusaha pelan. 'Benar anakku, kau pernah memberi
> bantuan bagi mereka beberapa
> bulan yang lalu, walau aku tahu tujuanmu saat itu hanya
> untuk mencari
> popularitas saja dan untuk menarik perhatian pemerintah dan
> investor luar
> negeri. '
>
>
> 'Tadi
> pagi, salah seorang anak panti asuhan tersebut membaca di
> koran kalauseorang
> pengusaha terkena stroke dan sudah 7 hari di ICU. Setelah
> melihat gambar di
> koran dan yakin kalau pria yang sedang koma adalah kamu,
> pria yang pernah
> menolong mereka dan akhirnya anak-anak panti asuhan sepakat
> berdoa buat
> kesembuhanmu. '
>
> Doa
> sangat besar kuasanya. Tak jarang kita malas. Tidak punya
> waktu. Tidak terbeban
> untuk berdoa bagi orang lain.
>
>
> Ketika
> kita mengingat seorang sahabat lama/keluarga, kita pikir
> itu hanya kebetulan
> saja padahal seharusnya kita berdoa bagi dia. Mungkin saja
> pada saat kita
> mengingatnya dia dalam keadaan butuh dukungan doa dari
> orang-orang yang
> mengasihi dia.
>
>
>
> Disaat
> kita berdoa bagi orang lain, kita akan mendapatkan kekuatan
> baru dan kita bisa
> melihat kemuliaan Tuhan dari peristiwa yang terjadi.
>
> Hindarilah
> perbuatan menyakiti orang lain... Sebaliknya perbanyaklah
> berdoa buat orang
> lain.
>
> Terima kasih
>
> Karena pahlawan sejati,
> bukan dilihat
> dari kekuatan phisiknya,tapi dari kekuatan hatinya. Katakan
> ini dengan pelan,
> 'Ya TUHAN saya mencintai-MU dan membutuhkan- MU, datang
> dan terangilah hati kami
> sekarang...! !!'. Kirim ke 10 orang, lihat keajaiban
> malam ini.
> Tolong jangan di hapus, ini benar2 terjadi !!!!!

Kamis, 17 Juli 2008

jangan cepat panik



'Jangan cepat panik!'

Di tengah situasi bursa yang tidak menentu, para pemodal membutuhkan pegangan. Salah satu yang mereka dengar adalah suara dari otoritas bursa. Karena itu Bisnis mewawancarari Dirut PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Erry Firmansyah. Berikut petikannya.

Apa yang bisa Anda jelaskan mengenai gambaran situasi bursa saat ini?

Namanya juga pasar saham, pasar obligasi memang selalu ada up and down. Ini juga sebagai fokus kita, khususnya bagi investor lokal yang harus dengan hati yang jernih dan rasional.

Dalam beberapa waktu terakhir pasar keuangan dunia memang sangat berfluktuasi karena kasus subprime mortgage yang membawa masalah di Amerika ke sini.

Sebenarnya pasar kita kan tidak ada masalah. Dan juga kita lihat bahwa pasar kita masih cukup solid karena banyak ditunjang beragam perusahaan dan banyak yang bergerak di bidang komoditi. Tapi memang setelah harga komoditi mulai menurun itu membawa dampak terhadap emiten-emiten kita yang mendukung pertumbuhan pasar bursa kita dua tahun belakangan ini.

Namun itu fenomena biasa, tidak ada masalah. Nah ini yang harus dimengerti oleh investor. Jangan cepat panik!

Bagaimana tidak panik kalau dari hari ke hari indeks terus mengalami koreksi?

Mereka memang butuh likuiditas dan selama enam tahun ini pasar kita naik terus dari indeks 400 sampai 2.700.

Di saham mereka mengambil keuntungan yang cukup besar, mungkin mereka pikir karena mereka butuh uang, mereka mesti mencari investasi yang lebih menguntungkan. Makanya mereka mulai melepas saham. Itu kan suatu fenomena biasa, tapi jangan sampai kebablasan. Lokal masih stabil bahkan mudah-mudahan bisa tetap berkelanjutan.
Kita lihat terjadi net subscribtion di reksa dana karena terjadi migrasi dari obligasi ke saham. Pasar obligasi kita terpengaruh oleh inflasi.

Pada saat harga obligasi yang semakin tinggi, mereka juga melihat apa yang terjadi dengan APBN. Mereka melihat subsidi BBM seperti apa, kalau subsidi naik, lalu bagaimana kemampuan pemerintah menalangi subsidi tersebut. Nah ini yang menyebabkan mereka berspekulasi. Lalu ditambah inflasi bulan Maret yang diluar ekspektasi banyak orang. Tadinya mereka mau jual, tetapi mereka tahan dengan harapan inflasi di Maret stabil atau sesuai dengan perkiraan mereka.

Begitu keluar data inflasi mencapai 0.95, mereka lalu lepas obligasi dan merembet kemana-mana, termasuk merembet ke pasar saham. Di pasar saham juga banyak rumor seperti soal saham Bakrie Brothers dan Bumi Resources. Lalu masih ada beberapa saham yang terkena fluktuasi harga komoditi. Nah itu semua yang menyebabkan dalam beberapa hari terakhir ini pasar kita mengalami anomali, semua bursa yang lain rebound, tetapi masih terjadi koreksi di sini.

Apa alasan yang sebenarnya pemodal lokal sering disetir oleh investor asing. Apakah karena jumlah pemodal lokal kita masih rendah?

Kalau kita lihat sebenarnya investor kita cukup stabil, apalagi sejak 2007 jumlah investor kita berimbang antara investor lokal dengan investor asing, 50% berbanding 50%. Pemicu kejadian kemarin adalah investor asing yang mencari likuiditas, sementara investor lokal terkena margin call.

Yang saya selalu sampaikan bahwa kita dari bursa selalu mendorong investor lokal untuk investasi di reksa dana. Ternyata reksa dana tidak ada masalah dan ini cukup menggembirakan.

Dan memang bagi investor individu yang menggunakan fasilitas margin sangat berat. Misalnya kalau saham turun 10%, mereka lalu bisa menutupinya berapa. Nah itu lah kita tetap memerlukan investor individu yang kuat melalui reksa dana. Kita ingin pemodal lokal menjadi besar sehingga bisa berperan sebagai katalisator. Di Jepang komposisi asing di sana mencapai 70% dari total investor. Memang hasilnya likuiditas di Jepang besar sekali, namun besar kecil sama saja, yang penting pasarnya ada atau tidak.

Apakah bursa tidak memiliki target untuk menambah jumlah pemodal dalam negeri?

Kami tidak memiliki target angka untuk memperbesar jumlah investor lokal, namun kami perlu terus-menerus memberikan perhatian bagaimana masyarakat menempatkan dana mereka di pasar modal baik itu di saham, obligasi, maupun di produk-produk derivatif.

Tentu saja tidak mudah untuk terjun ke produk derivatif karena itu bukan sesuatu yang mudah. Tetapi mereka harus berkeyakinan bahwa dengan inflasi sudah sekian tinggi, bunga bank sudah tidak lagi berharga lagi, produk deposito habis. Dalam keadaan demikian, capital market tetap menjadi tumpuan.

Bagaimana aktivitas sosialisasi pasar modal dari perusahaan sekuritas yang memang seharusnya menjadi ujung tombak di industri ini?

Ya memang sosialisasi harus lebih banyak dilakukan oleh BEI. Selain itu, banyak juga anggota bursa yang menjalankan sosialisasi dan buka cabang. Tetapi kalau kita lihat lebih banyak dari mereka yang tidak buka cabang dan itu yang harus kita perbaiki ke depan. Karena ujung tombak dari pasar modal ada di tangan broker. Mereka yang seharusnya lebih gencar mempenetrasi pasar.

Kalau mereka enggak pernah punya cabang bagaimana? Atau mereka cuma buka cabang di Jakarta, susah juga. Apalagi saat ini dengan adanya otonomi daerah maka uang banyak di daerah, apalagi di luar Jawa. Nah ini yang kita harapkan. Namun memang ada masalah juga ketika mereka akan membuka cabang di luar Jakarta, mereka membutuhkan tenaga yang berlisensi.

Harus ada kerja sama tiga pihak, yaitu bursa, Bapepam, dan anggota bursa sehingga perusahaan sekuritas bisa mudah membuka cabang. Karena dari segi infrastruktur sudah tidak ada masalah, orang bisa bertransaksi dari mana saja.

Bagaimana dengan aksi-aksi korporasi di bursa, apakah semua mundur karena pasar yang tidak kondusif?

Penundaan aksi korporasi sampai saat ini belum ada, juga belum ada perusahaan yang menyatakan resmi mundur dari rencana IPO. Kebanyakan dari mereka hanya memperpanjang proses saja. Buat mereka kalau mereka mundur harus butuh waktu lagi untuk mengulang kembali proses dari awal. Apalagi pasar tidak bisa ditebak. Karena ketika pasar rebound, mereka akan ketinggalan momentum kalau baru mulai lagi dari awal. Jadi yang kita lihat mereka mengatur waktu untuk masuk.

Apa pelajaran penting yang bisa dipetik dari krisis finansial global yang terjadi akhir-akhir ini?

Untuk pasar keuangan, pasar tidak dapat dibiarkan bebas begitu saja, mesti ada pengaturan. Karena kita saksikan ketika Amerika membiarkan pasar bebas begitu saja ternyata pasar bebas itu mengakibatkan bencana.

Untuk kita di Indonesia apa yang diberlakukan sudah cukup bagus, kita mengatur semuanya. Ke depan kita harus lebih berhati-hati dan belajar dari pengalaman Amerika. Amerika bilang risk management bagus, ternyata jeblok juga karena terlalu besar.

Untuk kita, karena pasar kita masih kecil dan sedang tumbuh jangan terlalu bebas tapi jangan juga terlalu kaku. Kalau terlalu kaku pasar tidak akan tumbuh, tetapi kalau terlalu bebas kita lihat contohnya Amerika. Mesti ada pengaturan dari pemerintah dalam batas-batas tertentu yang membuat pasar tidak terkekang namun tidak liar, contohnya seperti pengaturan margin dan short selling.

Pewawancara : Abraham Runga Mali


http://web.bisnis.com/minisite/IDX/













Euforia investasi di bursa


Euforia investasi di bursa

Pada perdagangan hari pertama kemarin, harga saham PT Adaro Energy Tbk melonjak Rp630 dari posisi awal Rp1.100 menjadi Rp1.730. Para pemodal layak berpesta pora dengan keuntungan (gain) sebesar 57,27% hanya dalam sehari.

Kenaikan setinggi itu sebenarnya sudah bisa ditebak. Hal ini karena menjelang masuk bursa, di grey market, saham Adaro sudah ditransaksikan hingga level harga Rp1.530.

Pemodal sepertinya tidak mau menyia-nyiakan momentum pencatatan saham perusahaan pertambangan batu bara itu. Adaro listing perdana dengan nilai terbesar dalam sejarah bursa Indonesia, yakni senilai Rp12 triliun.

Selama ini, investor biasanya bisa mendapat keuntungan di atas 10% dari listing perdana. Namun, kemarin pemodal mendapatkan lebih dari yang lazim diperoleh mereka selama ini.

Return yang diperoleh dari saham Adaro cukup mencengangkan. Hal ini karena pada saat pencatatan, pasar finansial global dalam keadaan tidak bergairah. Bahkan, sehari menjelang pencatatan saham Adaro, Bursa Efek Indonesia (BEI) anjlok 44,7 poin (1,98%) ke level 2.214,85.

Koreksi itu mengikuti rontoknya seluruh indeks bursa saham di kawasan Asia. Indeks Morgan Stanley Capital (MSCI) Asia Pasifik, misalnya, jatuh 2,1% menjadi 129,61 ke level terendah sejak 20 November 2006.

Bahkan kemarin saham Adaro menjadi penopang indeks, sehingga bursa terhindar dari penurunan lanjutan. Berkat perusahaan ini, indeks harga saham di BEI akhirnya mengalami kenaikan tipis sebesar 3,273 poin.

Di lain pihak, indeks Dow Jones turun ke level 10.962,54, terendah dalam dua tahun ini. Spekulasi pemodal atas nasib Bank Indy Mac yang berbasis di California dan ambruknya institusi pembiayaan Fannie Mae dan Freddie Mac menjadi sentimen negatif yang menekan Wall Street.

Dengan kondisi global seperti ini, pemodal hampir tidak mungkin mengharapkan keuntungan spektakuler seperti yang terjadi pada saham Bumi Resources.

Perhatikan, dalam jangka waktu dua tahun, saham Bumi meningkat hampir 600%. Kalau pada 12 Maret 2006, harga saham perusahaan batu bara ini masih bertengger di posisi Rp980, maka pada perdagangan terakhir kemarin tercatat sebesar Rp6.900 per lembar.

Kenaikan itu tentu tidak rasional karena tidak ditopang oleh kinerja fundamental Bumi. Lonjakan harga saham lebih pada permainan persepsi psikologis akibat kenaikan harga batu bara di pasar global yang sejak saat itu terus melambung tinggi.

Saat ini, berdasarkan data global COAL, penyedia data batu bara dunia, harga sumber energi itu di Newscastle, Australia, berada pada level US$187,70 per ton pada 11 Juli.

Mungkin saja benar pernyataan Vicky Ganda Saputra, Vice President Investment Banking PT Danatama Makmur, penjamin emisi efek Adaro. Menurut dia, harga saham perusahaan itu berpotensi meningkat sebesar Rp600 setiap kenaikan harga batu bara US$10 per ton.

Hanya saja, dengan level harga setinggi saat ini, ruang bagi kenaikan harga batu bara di pasar global, tidak besar. Lagi pula, secara fundamental, pertumbuhan kinerja Adaro tidak sangat luar biasa, sehingga bisa mendongkrak harga saham secara spektakuler.

Misalnya saja, seperti diakui manajemen Adaro, pada semester I/2008 penjualan perusahaan itu hanya tumbuh sebesar 10,6% menjadi US$725 juta dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kalau demikian halnya, harian ini mengimbau kalangan pemodal agar tidak terhenyak pada euforia yang berlebihan, karena keuntungan di perdagangan perdana. Tekanan finansial global bukan tidak mungkin akan datang dan menekan harga saham Adaro. Silakan berinvestasi dan berspekulasi, tetapi jangan lupa berhati-hati.

sumber:

http://web.bisnis.com/edisi-cetak/edisi-harian/tajuk/1id68911.html