Tampilkan postingan dengan label kliping. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kliping. Tampilkan semua postingan

Jumat, 10 Oktober 2008

Bursa saham batal buka

BUrsanya tidak berani buka...Tutup Lagi Pada Sesi Pagi Hari Jumat 10 Oktober 2008
============ ========= ========= =========
Dolgado
The Indonesia Stock Exchange Consultant
dolgado.blogspot. com
dolgadofund. blogspot. com
dolgado-data. blogspot. com

Jumat, 10/10/2008 09:23 WIB

Bursa Saham Batal Dibuka
Indro Bagus SU - detikFinance

Jakarta - Bursa Efek Indonesia membatalkan pembukaan transaksi saham sesi I pada Jumat (10/10/2008) karena pertimbangan pasar global yang tidak kondusif. Penutupan dilakukan selama sesi I.

"Pasar global tidak kondusif jadi BEI batal dibuka sesi I ini, untuk sesi II akan diputuskan kembali," kata Direktur Perdagangan MS Sembiring ketika dihubungi detikFinance, Jumat (10/10/2008).

Semula pemerintah dan BI merestui Bursa Efek Indonesia untuk kembali dibuka mulai perdagangan sesi I, Jumat (10/10/2008) setelah dua hari ditutup.

Otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) memutuskan untuk menutup perdagangan saham pada sesi I mulai pukul 11.08 WIB karena hancurnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang anjlok hingga 10,38%.

Ketika perdagangan saham ditutup pukul 11.08 JATS, Rabu (8/10/2008) IHSG merosot tajam hingga 168,052 poin atau 10,38 persen ke posisi 1.451,669. Posisi IHSG ini merupakan terendah sejak September 2006.

Rencana pembukaan BEI kali ini memang diliputi kecemasan karena pasar saham global kembali anjlok-anjloknya.

Wall Street turun tajam, diikuti oleh bursa utama Asia Nikkei yang Jumat pagi ini ikut kecemplung. Pada penutupan perdagangan saham Kamis waktu AS (9/10/2008) indeks Dow Jones merosot hingga 678,91 poin atau 7,33 persen ke posisi 8.579,19 yang merupakan level terendah dalam 5 tahun terakhir.

Sedangkan indeks Nikkei pada perdagangan Jumat pagi (10/10/2008) terjun hingga 11,38% atau turun 1.042,08 poin menjadi 8.115,41. Meski kejatuhannya cukup dalam, belum ada tanda-tanda indeks Nikkei akan disuspensi.

Begitu juga indeks Korea, KOSPI yang merosot 7,5% di awal perdagangan atau rurun 97,11 poin menjadi 1,197,78.

Sedangkan bursa saham Australia yang paling pertama buka juga turun tajam, indeks S&P/ASX 200 anjlok 7,4% atau 323,5 poin menjadi 3.997,4.(ir/ddn)

sumber http://www.detikfinance.com/read/2008/10/10/092345/1018046/6/bursa-saham-batal-dibuka

Kamis, 09 Oktober 2008

Pemerintah Siapkan Rp4 Triliun Bantu Buy Back Saham BUMN

Pemerintah Siapkan Rp4 Triliun Bantu Buy Back Saham BUMN
Kamis, 9 Oktober 2008 | 20:32 WIB

JAKARTA, KAMIS - Pemerintah menyiapkan anggaran khusus untuk membantu BUMN yang tergolong kuat secara fundamental dan memiliki nilai tinggi dalam melakukan buy back saham pasca anjloknya ISHG yang menyebabkan Bursa Efek Indonesia (BEI) tutup selama dua hari. Dana sebesar Rp4 triliun itu tersimpan di Pusat Investasi Pemerintah (PIP) yang biasa digunakan untuk mendukung proyek-proyek infrastruktur yang dianggap cukup memberikan arti strategis.

"Bagi pemerintah, itu yang termasuk akan kami dukung dengan menggunakan dana yang di PIP itu. Totalnya 4 triliun tapi yang akan standby kita gunakan tergantung kebutuhan untuk menjaga nilai kewajaran perusahaan-perusahaan emiten yang kita anggap perusahaan-perusahaan yang baik," ujar Menkeu Sri Mulyani dalam keterangan pers di Jakarta, Kamis (9/10).

Tutupnya bursa selama dua hari, menurut Sri Mulyani, memang disebabkan beredarnya rumor mengenai sejumlah emiten atau perusahaan publik dan menimbulkan sentimen terhadap mereka sehingga membuat nilai indeksnya turun. Padahal, menurut Sri Mulyani, emiten atau perusahaan publik tersebut justru tergolong meningkat kinerjanya dari tahun sebelumnya.

Sementara itu, Menneg BUMN Sofyan Jalil mengatakan bahwa sesuai peraturan baru No XI.B.3, BUMN sudah bisa melakukan buy back dengan menggunakan dana internal mulai besok.

"Tak boleh menggunakan kredit. Bagi mereka yang punya cashflow yang kuat, mereka bisa melakukan buy back sejak besok. Pada harga berapa besok mereka sendiri yang akan menentukan dan peraturan Bapepam akan membantu perusahaan publik untuk membeli sesuai kemampuan mereka," tandas Sofyan.

Sofyan juga menegaskan pada dasarnya semua BUMN publik siap untuk melakukan buy back saham besok pagi.


LIN sumber www.kompas.com

artikel lain di www.kompas.com

Enam Tindakan Pemerintah Dukung Pembukaan Bursa Efek

Enam Tindakan Pemerintah Dukung Pembukaan Bursa Efek
Kamis, 9 Oktober 2008 | 19:04 WIB
JAKARTA, KAMIS - Terkait keputusan pemerintah untuk membuka bursa saham besok pagi, pemerintah juga akhirnya menetapkan enam langkah untuk mendukung stabilnya pasar modal dan keuangan di Indonesia.
Enam tindakan yang terdiri dari lima langkah dan satu kebijakan Bank Indonesia (BI) ini disampaikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani, Kamis (9/10). Dalam keterangan pers, Sri Mulyani yang didampingi oleh Menneg BUMN Sofyan Djalil, Deputi Gubernur Senior BI Miranda S Goeltom, Kepala Badan Pengawasan Pasar Modal (Bapepam) Fuad Rahmani dan Dirut Bursa Efek Indonesia (BEI) Erry Firmansyah, mengatakan, langkah-langkah dan kebijakan ini diharapkan dapat memberi sumbangan baik terhadap suasana bursa maupun kondisi perbankan dan pasar uang di seluruh Indonesia.
"Ini mulai berlaku sore ini atau besok pagi," ujar Sri Mulyani.
Ada pun enam langkah itu adalah:
1. Pemerintah akan melakukan tindakan menyangkut masalah mark to market. Langkah ini berkaitan dengan kebijakan yang dikeluarkan BI.
2. Berkaitan dengan aturan pembelian kembali saham oleh emiten perusahaan publik yang berhubungan dengan Bapepam.
3. Menyangkut penambahan likuiditas di APBN melalui pencairan belanja kementerian/lembaga sehingga pengetatan likuiditas tidak menimbulkan beban.
4. Pemerintah akan membantu perusahaan-perusahaan yang dinilai baik dari sisi fundamental, karena telah go public dan memiliki nilai strategis yang tinggi bagi pemerintah untuk melakukan buyback. Bantuan ini akan dikeluarkan melalui Pusat Investasi Pemerintah.
5. Pemerintah mengupayakan penegakan hukum berdasarkan pemerikasaan terhadap transaksi saham yang terindikasi melanggar ketentuan peraturan perundangan oleh Bapepam-LK dan Self Regulatory Orgaozation (SRO)
"Yang kita observasi tidak hanya hari Rabu kemarin tapi di tiga bulan terakhir ini. Kita mendeteksi siapa saja yang melakukan tindakan-tindakan yang dikategorikan pelanggaran," tandas Menkeu.
6. Presiden SBY juga disebutkan mendukung penegakan hukum jika tindakan dari pihak-pihak yang dinilai menyebarkan rumor terhadap sejumlah emiten ternyata sudah tergolong sebagai tindakan kriminal, karena ingin menguntungkan diri sendiri atau bahkan sengaja ingin mengacaukan perekonomian Indonesia.
Besok Pagi, Bursa Saham Dibuka
Kamis, 9 Oktober 2008 | 17:40 WIB
JAKARTA, KAMIS - Bursa saham yang sempat ditutup kemarin diputuskan akan dibuka besok pagi (Jumat, 10/10). Keputusan ini disampaikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam keterangan pers di Jakarta, Kamis (9/10). "Kami telah melakukan tindakan sehubungan dengan pembukaan bursa saham kita besok pagi," ujar Sri Mulyani.
Sri Mulyani mengatakan rapat koordinasi yang diselenggarakan sejak pagi tadi di Depkeu dan dilanjutkan di Istana Negara telah menghimpun fakta mengenai faktor pendorong serta akar masalah dari anjloknya nilai ISHG sebesar 10.38 persen pada hari Rabu kemarin. Suspensi memang dilanjutkan pada hari ini untuk memberikan waktu yang cukup bagi pelaku kembali pd suasana yang wajar sehingga dapat menimbulkan harga yang wajar.
Namun, berdasarkan hasil evaluasi dan konsultasi bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Badan Pengawasan Pasar Modal (Bapepam), telah ditengarai beberapa faktor pendorong kepanikan seperti faktor perkonomian global dan regional yang juga mengalami kepanikan. "Di Asia saja rata-rata (setiap negara) di atas 5 persen," tandas Sri Mulyani.

LIN

BEI Dibuka, Banyak Saham Menarik?
Kamis, 9 Oktober 2008 | 14:59 WIB
JAKARTA, KAMIS- Pengamat pasar modal Agus Gunawan memperkirakan, bisa terjadi penjualan saham besar-besaran oleh investor, bila bila perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) jadi dibuka kembali besok Jumat (10/10). "Karena masih terjadi sedikit kepanikan di pasar," ujar Agus saat dihubungi Kompas.Com, di Jakarta, Kamis (9/10).
Namun, Agus menilai aksi jual itu hanya akan terjadi di awal perdagangan saja, pasalnya kondisi pasar diperkirakan semakin membaik dan banyak saham yang menarik untuk dikoleksi investor. "Saya rasa keadaan akan berimbang," tutur Agus saat dihubungi Kompas.Com, di Jakarta, Kamis (9/10).
Melihat kondisi pasar regional yang mulai membaik, Agus menyebutkan pihak BEI kemungkinan besar memang akan mencabut suspensi yang berlaku sejak Rabu kemarin. "Mungkin besok akan dibuka karena perkembangan pasar sudah membaik," katanya.
Ditegaskan Agus, jika perdagangan saham terlalu lama ditutup akan terus memberikan nuansa negatif sehingga ketidakpercayaan terhadap pasar semakin besar. Sedangkan jika dibuka, kata Agus, akan memberikan nuansa positif dan pasar tidak terlihat panik.
"Bursa merupakan nilai ekononomi suatu bangsa. Di regional sudah menunjukkan arah market positif. Saya rasa tidak ada alasan akan ditutup lagi," kata Agus.

ANI

BEI Pertimbangkan Buka Suspensi Besok
Kamis, 9 Oktober 2008 | 11:43 WIB
JAKARTA, KAMIS - Bursa Efek Indonesia (BEI) mempertimbangkan akan membuka kembali perdagangan saham besok, Jumat (10/10). Pasalnya, kondisi bursa global dan regional diperkirakan akan semakin membaik.
"Bursa global dan regional hari ini turun beragam. Kelihatannya sudah mulai membaik dan mulai rebound. Ini sinyal yang cukup bagus. Mudah-mudahan ini bisa menjadi dasar bagi kita untuk buka pasar besok," kata Direktur Utama Bursa Efek Jakarta Erry Firmansyah, di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (9/10).
Lebih lanjut Erry mengatakan masalah ini akan dikaji lebih lanjut dan akan diputuskan hari ini. Saat ini BEI tengah melakukan pertemuan dengan Badan Pengawas Pasar Modal dan Menteri Keuangan Sri Mulyani, di Department Keuangan untuk melakukan pembicaraan lebih lanjut.

ANI

Kiat Memilih Investasi di Kala Pasar Modal Tak Menentu
Kamis, 9 Oktober 2008 | 09:38 WIB
JAKARTA, KAMIS - Ambrolnya pasar modal saat ini membuat para pelaku pasar panik. Alhasil, banyak investor yang melakukan aksi jual dalam bursa. Padahal, langkah itu justru membuat pasar bursa jadi tambah tertekan. Nah, pastinya, banyak investor yang bertanya-tanya, instrumen investasi apa yang layak dipilih dalam kondisi bursa yang tidak menentu seperti sekarang ini.
Menurut para perencana keuangan, pengamat investasi serta ekonom, jenis investasi yang paling tepat dilakukan adalah menanamkan modal di pasar saham. Tentunya dengan catatan, investasi ini memiliki jangka waktu yang panjang. "Harga saham yang anjlok sekarang bisa naik hingga tujuh kali lipat dalam lima sampai tujuh tahun ke depan," jelas Roy Sembel, Chief Research Officer Capital Price (Capital Market, Portfolio Investment, Corporate Finance, and Economics). Roy merekomendasikan, saat ini merupakan waktu yang paling tepat bagi investor jangka panjang dan menengah untuk menyerbu saham-saham fundamental bagus yang harganya sedang diobral.
Bagaimana dengan investor jangka pendek? Menurut Roy, investor jangka pendek sebaiknya memilih instrumen yang memberikan pendapatan tetap dalam jangka pendek. Misalnya deposito perbankan. “Tapi yang pasti, harus ada keseimbangan antara jangka pendek menengah dan panjang karena kebutuhan kita tidak semuanya jangka pendek,” jelasnya.
Normalnya, jelas Roy lagi, investasi di pasar saham harus sejalan dengan pertumbuhan ekonomi dan inflasi. Jika pertumbuhan ekonomi rata-rata 5 persen sampai 8 persen per tahun ditambah dengan tingkat inflasi antara 5 persen sampai 10 persen per tahun, maka pertumbuhan indeks pasar yang normal itu berada pada posisi 15 persen sampai 20 persen per tahun. "Kalau dilihat jangka panjang, meski naik turun tapi keuntungannya ya sekitar 15 sampai 20 persen itu," jelas Roy.
Emas bisa jadi pilihan menarik
Senada dengan Roy, ekonom BNI Tony Prasentiantono menilai, penempatan instrumen investasi harus disesuaikan dengan kebutuhan investor itu sendiri. Bagi investor jangka panjang, Tony sepakat bahwa pasar saham merupakan pilihan yang baik. Selanjutnya deposito, emas, properti, valas, obligasi, dan reksadana bisa menjadi pertimbangan selanjutnya.
“Emas bisa dilirik karena dapat menjadi alat lindung nilai dari ketidakjelasan kondisi perekonomian saat ini,” ungkap Tony. Sementara, pasar properti juga bisa dipilih karena merupakan salah satu sektor fundamental yang paling bagus.
Nah, meski demikian, menurut perencana keuangan Prime Planner M Ichsan, penempatan portofolio investasi yang aman tetap saja harus disesuaikan dengan kebutuhan, jangka waktu investasi, serta berapa total investasinya.
Ichsan bilang, bagi investor jangka panjang, nilai investasi di reksadana saham dan pasar saham bisa mencapai 70 persen. Sedangkan sisanya dapat ditaruh dalam deposito, pasar uang dan emas.
Sementara bagi investor jangka pendek, 40 persen dananya bisa ditempatkan di deposito, dan 30 persen-nya lagi di obligasi jangka pendek. "Sisanya baru di reksadana saham dan saham," kata Ichsan. (Diade Riva Nugrahani)

Sumber : www.kompas.com

Buy Back Maksimal 50 Persen

09/10/2008 13:37
Buy Back Maksimal 50 Persen
Reni Herawati

INILAH.COM, Jakarta- Akhirnya pemerintah menyetujui kelonggaran buy back saham BUMN dan emiten lainnya. Jumlah saham yang dibuy back maksimal 50% dari sebelumnya 10%.

Hal ini disampaikan Robinson Simbolon, Kepala Biro Hukum Bapepam-LK seusai mengadakan rapat dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani di kantor Menkeu, Kamis (9/10). Menurutnya, hasil rapat dengan menkeu tadi menyetujui kelonggaran aturan buy back saham. Kelonggaran itu sendiri mengenai jumlah saham yang boleh dibeli.

Adapun kelonggaran yang disepakati meliputi total nominal modal disetor, dan jumlah saham yang boleh dibeli pasar setiap hari. Total nominal modal yang disetor, kalau dulu hanya 25 persen, sekarang bisa lebih besar dari angka itu. Dari sisi jumlah saham yang di-buy back, tadinya hanya 10% akan dinaikkan maksimal 50%. “Dan itu nanti jam 4 sore akan diumumkan,” ujarnya.

Mengenai penyelenggaraan RUPS, yang tadinya paling lama 7 hari, nantinya tanpa melalui RUPS tapi disclosure. “Dan ini langkah-langkah yang akan diumumkan. Efektifnya mulai suspensi dibatalkan,” ujarnya. Namun, dia sendiri tidak tahu sampai kapan suspen BEI akan dilakukan. “Saya no comment mengenai sampai kapan disuspen.

Di tempat yang sama, Meneg BUMN Sofyan Djalil menyampaikan semua BUMN publik bisa melakukan buy back. Yang penting BUMN tersebut punya dana. “Dananya memang berasal dari dana internal, dan ada juga dana dari BUMN sendiri,” tukasnya.[L5]
Tags : buy back, bapepam

BERITA TERKAIT

* Aturan Buy Back Saham Diperlonggar
* BUMI 'Buy Back' Saham Rp 834,7 M
* TLKM Segera 'Buy Back', Ayo Beli!
* BNI Securities 'Buy Back' Obligasi
* Sofyan Panggil BUMN Bahas Buy Back
* 'Buy Back' Saham Medco Baru 40%
* BUMI 'Buy Back' 23,807 Juta Saham
* Bapepam Terseret Eurocapital
* Akuisisi Maybank Suram, BII Jual Saja
* MEDCO 'Buy Back' 17,75 Juta Saham



berita lain dapat dibaca di http://www.inilah.com

galeri pendapat 4

sumber :http://www.kontan.co.id/

galeri pendapat 3

sumber :http://www.kontan.co.id/

galeri pendapat


sumber: http://www.kontan.co.id/

galeri pendapat

sumber http://www.kontan.co.id/