Minggu, 16 Mei 2010

Kunci Mewujudkan Kesejahteraan dan Kebahagiaan


Kunci Mewujudkan Kesejahteraan dan Kebahagiaan

MARSUDI KHANG

Sekarang ini tidak jarang kita temui keluarga-keluarga yang mengalami kehancuran dalam membina rumah tangganya dan di antaranya disebabkan oleh tekanan kesulitan keuangan. Lalu bagaimana caranya agar kita mampu menangani kesulitan keuangan, sehingga kita mampu mewujudkan kesejahteraan dan kebahagiaan dalam diri dan keluarga?

Menurut Anthony Robbins, salah satu kunci lain untuk mewujudkan kesejahteraan dan kebahagiaan adalah anda harus belajar menangani tekanan kesulitan keuangan - yang telah menghancurkan banyak orang, sampai-sampai menyebabkan ketamakan, iri hati, kebohongan atau kecurigaan. Menangani tekanan kesulitan keuangan berarti mengetahui cara memperoleh dan cara memberi, mengetahui cara mendapatkannya dan cara menyimpannya.

George S.Clason dalam The Richest Man In Babylon menyarankan untuk menyisakan 10 persen dari yang anda peroleh dan memberikannya kepada orang lain. Hal ini akan membuat batin anda sejahtera, bahagia dan bergairah sepenuhnya. Alasannya adalah Anda harus mengembalikan apa yang Anda ambil - disamping untuk menciptakan suatu arti bagi Anda dan orang sekitar anda. Yan paling penting, ini mengatakan , pada dunia dan subconscious anda sendiri bahwa Anda lebih dari cukup. Apabila lebih dan cukup, berarti Anda dapat memiliki apa yang Anda dan orang lain inginkan.

Kita harus memulai untuk memberikan 10 persen tersebut sejak kita baru memulai, karena apa yang diberikan akan menjadi seperti benih jagung. Kita harus menanamnya, bukan memakannya, dan cara terbaik menanamnya adalah memberikannya sehingga dapat berarti bagi orang lain yang benar-benar membutuhkan. Dan ketika anda menjadi jenis orang yang mencoba menemukan dan memenuhi kebutuhan orang lain, ini akan menyebabkan Anda merasa berbeda tentang siapa Anda. Dari perasaan dan keadaan seperti itu, Anda akan menjalani kehidupan dengan sikap penuh syukur dan bahagia.

Rabu, 31 Maret 2010

Kunci Mewujudkan Kesejahteraan dan Kebahagiaan



marsudi khang

Sekarang ini tidak jarang kita temui keluarga-keluarga yang mengalami kehancuran dalam membina rumah tangganya dan di antaranya disebabkan oleh tekanan kesulitan keuangan. Lalu bagaimana caranya agar kita mampu menangani kesulitan keuangan, sehingga kita mampu mewujudkan kesejahteraan dan kebahagiaan dalam diri dan keluarga?

Menurut Anthony Robbins, salah satu kunci lain untuk mewujudkan kesejahteraan dan kebahagiaan adalah anda harus belajar menangani tekanan kesulitan keuangan - yang telah menghancurkan banyak orang, sampai-sampai menyebabkan ketamakan, iri hati, kebohongan atau kecurigaan. Menangani tekanan kesulitan keuangan berarti mengetahui cara memperoleh dan cara memberi, mengetahui cara mendapatkannya dan cara menyimpannya.

George S.Clason dalam The Richest Man In Babylon menyarankan untuk menyisakan 10 persen dari yang anda peroleh dan memberikannya kepada orang lain. Hal ini akan membuat batin anda sejahtera, bahagia dan bergairah sepenuhnya. Alasannya adalah Anda harus mengembalikan apa yang Anda ambil - disamping untuk menciptakan suatu arti bagi Anda dan orang sekitar anda. Yan paling penting, ini mengatakan , pada dunia dan subconscious anda sendiri bahwa Anda lebih dari cukup. Apabila lebih dan cukup, berarti Anda dapat memiliki apa yang Anda dan orang lain inginkan.

Kita harus memulai untuk memberikan 10 persen tersebut sejak kita baru memulai, karena apa yang diberikan akan menjadi seperti benih jagung. Kita harus menanamnya, bukan memakannya, dan cara terbaik menanamnya adalah memberikannya sehingga dapat berarti bagi orang lain yang benar-benar membutuhkan. Dan ketika anda menjadi jenis orang yang mencoba menemukan dan memenuhi kebutuhan orang lain, ini akan menyebabkan Anda merasa berbeda tentang siapa Anda. Dari perasaan dan keadaan seperti itu, Anda akan menjalani kehidupan dengan sikap penuh syukur dan bahagia.

Senin, 07 Desember 2009

LAPORAN KEUANGAN ALA KIYOSAKI




Becoming Wealth, menurut pandangan semua ahli keuangan sangat menekankan pentingnya Laporan keuangan yang positif - yang nantinya akan mencerminkan total asset dan income yang anda miliki beserta semua kewajiban hidup anda yang di asumsikan mampu untuk menunjang kehidupan pensiun anda (dengan atau tanpa perlu bekerja lagi).

Berdasarkan semua buku yang di release Robert T.Kiyosaki, salah seorang pakar Predictor-financial , perlu adanya laporan keuangan yang memisahkan secara jelas antara asset , income, expense dan liability. Yang mana esensi laporan keuangan ini totally berbeda dengan laporan keuangan akuntansi umumnya. Bahkan bertolak belakang maknanya dengan arti menurut ilmu akuntansi.

Kiyosaki membagi laporan keuangan menjadi 2 kategori besar yaitu :

1. Cashflow

Menurut ilmu Kiyosaki Cashflow di bagi menjadi :

- Income (Penghasilan) meliputi Salary/Royalties/Interests dan semua penghasilan yang di dapat dengan menukarkan waktu anda - langsung maupun tidak langsung.

- Expenses (Biaya) meliputi semua biaya hidup anda dan keluarga anda, beserta semua cicilan asset anda (bergerak ataupun tidak bergerak).

2. Harta

Menurut ilmu Kiyosaki Harta di bagi menjadi :

- Asset yaitu semua hal/tools yang menyebabkan pemasukan (income) cashflow anda. Aset ini bisa mencakup diri anda, orang terdekat yang ikut memikul beban keluarga, rumah/mobil yang tersewakan, royalties dari barang ciptaan, deviden saham, bunga bank, pembagi hasil fee atas Coaching anda.

- Liability yaitu semua kewajiban yang masih menjadi beban anda untuk senantiasa menyebabkan pengeluaran cashflow anda. Harta kewajiban ini mencakup cicilan rumah, cicilan mobil, pembayaran iuran Unitlink, dana pensiun tahunan, kewajiban biaya hidup keluarga.

Menurut Kiyosaki, untuk mencapai keadaan Financial freedom maka anda disarankan untuk mensiasati laporan keuangan ini agar selalu mencapai Positif Cashflow yaitu Income lebih besar dari Expenses. Jika suatu saat anda mencapai posisi negatif cashflow maka di sarankan untuk melunasi dan meminimize hutang berikut biaya yang tidak perlu, serta memperbesar Income.

Jadi selalu prioritaskan investasi pada Asset agar income anda meningkat….


ditulis oleh MARSUDHI KANG

Minggu, 01 November 2009

Karakter Finansial-Planner yang baik

sumber gambar http://thumbs.dreamstime.com/thumb_271/1211318140QwsSig.jpg

Karakter Finansial-Planner yang baik

1. Pembelajar yang baik.

Seperti pada umumnya harus dimiliki oleh tiap orang yang mau berhasil, seorang Finansial Planner harus memiliki kemauan untuk belajar yang tinggi. Kita harus mau belajar dari setiap situasi, terlepas dari situasi itu menguntungkan atau tidak. Kita mesti rela untuk belajar dari siapapun, bila orang itu dapat mengajarkan kita sesuatu yang baik. Bila karyawan kita memiliki nilai lebih dalam hal Perencanaan Finansialnya, kita perlu belajar dan meminta sarannya dalam membantu perencanaan finansial kita. Bagi orang yang mau berhasil, tidak ada kata ”TERLALU PANDAI” untuk belajar.

2. Konsisten.

Kita perlu konsisten dalam setiap hal yang sudah kita rencanakan. Kita perlu menemukan cara yang dapat memaksa kita melakukan rencana kita (bila itu memang benar-benar perlu dilakukan) walau secara pribadi kita tidak menyukainya. Mungkin banyak orang yang akan menentang keputusan kita, tapi kita harus berani untuk mempertahankan keputusan kita. Misalnya kita berencana untuk berhenti bekerja ikut orang dan mau buka usaha sendiri. Bisa saja istri/suami atau orang-tua kita tidak setuju. Namun kita harus mengambil keputusan berdasarkan pertimbangan yang matang, dan bukan karena pendapat orang lain.

3. Flexibel.

Ketika menjalankan rencana kita, mungkin banyak hal yang terjadi diluar perencanaan kita. Dalam hal ini kita perlu melakukan penyesuaian. Misalnya harga barang naik dan biaya hidup menjadi semakin tinggi, lebih tinggi dari yang kita antisipasikan. Maka kita harus kembali menyesuaikan rencana pengeluaran kita supaya lebih realistis. Bila perusahaan tempat kita bekerja mengalami kemunduran, kita harus merubah perencanaan kita. Minimal mengantisipasi masa depan kita di perusahaan tersebut, bila mengalami perampingan. Kita harus bersedia merubah Target Finansial kita, bila target kita (di kemudian hari) dirasa terlalu tinggi atau terlalu rendah.

4. Rela membayar harga.

There’s no short-cut tu Success. Setiap keberhasilan, sekecil apapun, pasti ada harga yang harus dibayar. Seharusnya, semakin besar harga yang kita bayar (semakin besar pengorbanan kita) semakin berarti pencapaian tujuan yang kita peroleh. Bahkan, proses membayar harga (mengorbankan sesuatu untuk mencapai tujuan) akan semakin mendewasakan kita. Dimana kita belajar untuk lebih menghargai tujuan kita dengan setiap pengorbanan yang kita lakukan. Kita semakin menghargai hidup ini, dan semua yang kita miliki.

Cara untuk membentuk Karakter Finansial yang baik

Yang pertama harus kita lakukan adalah mengidentifikasikan apa saja karakter seorang Finansial-Planner yang baik. Ini sudah kita lakukan dengan membaca bagian diatas (kecuali ada yang ingin menambahkan karakter yang lain).

Yang kedua adalah memikirkan sendiri pengaruh karakter-karakter tersebut dalam hidup kita dan secara spesifik pada Perencanan Finansial kita. Apa perbedaan yang akan terjadi bila kita memiliki karakter-karakter tersebut? Dapatkah kita mencapai tujuan finansial kita lebih cepat? Dengan memikirkan penaruh karakter-karakter tersebut bagi kita, kita semakin menyadari pentingnya memiliki karakter-karakter tersebut.

Yang ketiga, kita memikirkan aplikasi praktis dalam menanamkan karakter-karakter tersebut dalam pola hidup kita. Misalnya membiasakan diri untuk mendengar pendapat orang lain, banyak membaca buku mengenai perencanaan keuangan dan lain-lain, untuk mengembangkan karakter ”Pembelajar yang baik”.

Terakhir, kita perlu orang lain (antara 2-3 orang) untuk mengingatkan sekaligus mengevaluasi karakter kita. Hal ini berfungsi supaya penilaian terhadap kita lebih objektif.

sumber :http://bei5000.com/fp/

Sabtu, 03 Oktober 2009

beberapa prinsip orang kaya .yang baik





Beberapa prinsip orang kaya yang disayang TUHAN dan SESAMA.


1. orang kaya tidak bekerja untuk uang melainkan membuat uang bekerja bagi mereka
contoh : 1.1 investasi A.di property yang disewakan
B.di pasar saham ,tentu saja ini perlu belajar yang
sunguh sungguh
agar tidak bangkrut di arena jual beli saham.
1.2 dari royalti atas penemuan /karya mereka .(penemuan, software ,
buku ,system dll)
1.3 bisnis yang dikelola secara profesional dan di franchise kan .
1.4 mengunakan faktor kali dengan tepat

2. orang kaya mampu membedakan :
1.mana pengeluaran yang menghasilkan dan mana yang merugikan
2.mana aset (pemasukan )dan mana liabilities (pengeluaran)

3. orang kaya pandai berhitung untuk mengatur pengeluaran jauh lebih kecil dari pemasukan. serta tahu goal jangka panjang ,menengah dan pendek .dan tahu bagaimana mencapainya.

4. orang kaya mengerti tenatang keajaiban bunga berbunga .
5. orang kaya mampu memanfaatkan tiap keadaan untuk mendatangkan keuntungan
6. orang kaya mengerti di sebagian hartanya ada milik orang miskin yang harus diamalkan .
7. orang kaya suka beribadah kepada ALLAH sang pencipta dan gemar berbuat baik kepada setiap orang .dan tahu hidup hanya sementara oleh sebab itu perlu banyak berbuat baik untuk menyenangkan hati TUHAN dan sesama.
8. tahu cara menjadi kaya tanpa memiskinkan orang lain /saingannya karena dia tahu peluang masih sangat luas untuk dinikmati bersama
9. selalu melihat peluang dalam keadaan apapun.
10.selalu menjaga kesehatan
11.selalu menjaga agar keluarga rukun dan bahagia
12.selalu berbahagia dan optimis dalam keadaan apapun dan pantang menyerah untuk melakukan yang terbaik.
13. mereka tahu mengamankan harta mereka , misal: dengan cara diversifikasi portofolio mereka dan asuransi .
14. mereka menikmati setiap hari denganrasa bersyukur atas segala pemberian ALLAH.
15.mereka tidak pernah berhenti belajar .
dan banyak lagi lainnya , silahkan anda menambahinya sendiri GOD BLESS YOU

Sabtu, 29 Agustus 2009

menjadi ahli dibidang mu


menjadi ahli dibidang anda sangatlah perlu .
beberapa tips:
1.pelajarilah apa yang dilakukan orang yang sukses dibidang anda.
bisa langsung dari orang tersebut,atau liwat pengamatan dan buatlah catatan
a.apa kekuatan dia
b.apa kelemahannya
c.bagaimana saya dapat menerapkan dalam hidup saya.
2.setelah dapat ilmunya ,berusahalah untuk lebih baik dari dia.
3.buatlah goal jangka pendek,menengah dan panjang .
4.terus belajar ttg segala hal yang berkaitan dengan bidang anda melalui pengamatan,buku,koran ,majalah,televisi dll
5. pelajari juga cara yang lebih efisien untuk mencapai goal anda
6.selalu juga amati apakah bidang anda masih menguntungkan ataukah tidak .
7.jika masih menguntungkan perjuangkan dan anda akan jadi yang terbaik
8.prinsipyang penting dan sulit usahakan apapun yang kita lakukan jangan merugikan orang tersebut, peluang masih sangat luas ,ladang yang mau digarap masih sangat luas .biarlah kita semua bertumbuh bersama dan tidak saling mematikan.
9.selalu berdoa dan bekerja .serta tetap semangat ,jangan putus asa ,tetap berusaha sambil menjaga kesehatan anda .
10 semoga berguna